Gak semua yang lo denger itu bener. Nampaknya kata-kata dari sebuah iklan permen ini ada benarnya juga. Seringkali ibu menyusui dinasehati ini itu oleh orang tua, kerabat, teman, bahkan tetangga. Padahal belum tentu nasehat yang disampaikan itu benar. Berikut contohnya.

1. Banyak makan supaya ASI banyak

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI sangat banyak. Di antaranya frekuensi penyusuan, berat lahir, umur kehamilan saat melahirkan, umur ibu, paritas, stres, penyakit akut, konsumsi rokok, konsumsi alkohol, pil kontrasepsi, asupan gizi, dan cadangan gizi ibu.  Yang paling mempengaruhi adalah frekuensi penyusuan. Semakin sering bayi menyusu, ASI akan diproduksi lebih banyak karena mengikuti pola supply on demand. Oleh karena itu dikenal pula metode relaktasi (cara utk memproduksi ASI lagi setelah sempat tidak menyusui sekian lama) karena kunci produksi ASI adalah frekuensi penyusuan. Jadi banyak makan bukanlah faktor utama yang mempengaruhi banyaknya ASI, apalagi jika makanan yang dikonsumsi bukanlah makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI.

2. Sebelum menyusui payudara dipijat supaya ASI yang keluar kental

ASI yang pertama keluar saat menyusui disebut foremilk yang mengandung air dan karbohidrat dan bersifat encer. Foremilk ini berfungsi menghilangkan rasa haus pada bayi. Jika hanya foremilk yang diberikan bayi akan terus menyusu karena masih lapar. Beberapa saat setelah menyusu akan keluar hindmilk yang lebih kental dan berisi lemak dan protein. Jika foremilk dibuang dan hanya hindmilk yang diberikan, bayi bisa kegendutan karena asupan lemaknya banyak. Oleh karena itu menyusui harus memberikan foremilk dan hindmilk secara lengkap, karena itu selesaikan satu payudara baru kemudian berpindah ke payudara yang lain.

3. Bersihkan puting payudara sebelum menyusui

Sebelum menyusui ibu tidak perlu selalu mencuci/membersihkan puting. Kulit ibu mengandung banyak bakteri baik yang akan ikut tertelan bayi saat menyusu dan akan berfungsi menjaga kesehatan saluran cerna. Kulut ibu juga punya mekanisme pelindung berupa kelenjar minyak yang berfungsi menjaga kelembaban kulit puting. Mencuci puting terlalu sering akan membuat lapisan minyak alamiah tersebut hilang dan kulit puting menjaga kering, mudah pecah-pecah dan mudah terinfeksi. Menjaga kebersihan payudara cukup dengan mandi satu sampai dua kali sehari.

4. Ibu menyusui tidak boleh makan durian, makanan pedas, dan bersantan

Metabolisme makanan setiap orang berbeda satu dengan yang lain. Demikian pula dengan bayi. Tiap bayi tidak bereaksi sama terhadap makanan tertentu. Durian, makanan pedas, dan bersantan bisa saja mempengaruhi bayi yang satu, akan tetapi belum tentu untuk bayi yang lain. Cara mengetahuinua dengan mencermati kondisi bayi setelah ibu makan sesuatu.

5. Bayi sembelit adalah tanda ibu kurang serat sehingga kualitas ASI tidak baik

Kualitas ASI sebetulnya akan selalu baik bahkan saat ibu kurang makan pun kualitas asi selalu diutamakan dengan mengambil cadangan dari badan ibu. Pada bulan pertama ASI bersifat pencahar agar gerakan usus baik dan bisa membuang segala isi usus yg berasal dari bayi menelan cairan ketuban selama di kandungan. Setelah bulan pertama maka usus dapat bekerja dengan baik, menyerap ASI dengan sempurna sehingga hampir tidak ada ampas, akibatnya BAB menjadi  jarang. Kalau ibu kurang serat yang akan sembelit adalah ibunya karena serat tidak diserap tetapi lewat di usus sambil menarik air sehingga tinja menjadi lunak dan mudah dikeluarkan.

Referensi:

http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/10/12/produksi-asi-dan-faktor-yang-mempengaruhinya/

Diskusi di grup Room for Children (dengan dr Fransiska Sri Susanti, SpA.)